Kepri, Bintan – Aktivitas di kawasan lokalisasi Bukit Senyum, Tanjung Uban, Kabupaten Bintan Utara, Kepulauan Riau, tetap berjalan seperti biasa meski saat ini memasuki bulan suci Ramadhan.(1/2)
Pantauan beberapa waktu lalu menunjukkan, kawasan tersebut tetap beroperasi mulai malam hingga menjelang subuh. Kondisi ini memicu keresahan di tengah masyarakat sekitar yang menilai aktivitas tersebut tidak menghormati suasana Ramadhan.
Salah seorang warga Desa Lancang Kuning berinisial M mengungkapkan, praktik di kawasan itu masih berlangsung seperti hari-hari biasa.
“Kami risih sebenarnya. Cuma kami bingung, ke mana APH dan Pemkab Bintan Utara membiarkan hal tersebut terjadi,” ujarnya, kemarin (28/1).
Menurutnya, hingga kini belum terlihat adanya penyisiran atau penertiban oleh aparat di lokasi tersebut.
“Informasi yang kami dapat, tidak ada aktivitas penyisiran oleh aparat,” tambahnya.
Lokalisasi Bukit Senyum sebelumnya sempat ditutup oleh pemerintah kabupaten beberapa tahun lalu. Namun, penutupan tersebut dinilai hanya bersifat seremonial. Hingga kini, aktivitas di lokasi itu disebut masih berlangsung.
Secara perizinan, kawasan tersebut terdaftar sebagai usaha karaoke di bawah izin Dinas Pariwisata setempat. Namun dalam praktiknya, warga menduga aktivitas yang terjadi lebih dari sekadar hiburan karaoke, terlihat dari keluar-masuknya sejumlah pria ke area tersebut pada malam hari.
Di sisi lain, seorang pekerja seks komersial yang meminta namanya disamarkan, sebut saja Ci, mengaku dirinya tetap bekerja demi mencukupi kebutuhan hidup, termasuk biaya pulang kampung saat mudik Lebaran nanti.
Ia juga menyebut kondisi ekonomi yang sulit, sehingga terpaksa bekerja untuk persiapan lebaran.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak aparat penegak hukum maupun Pemerintah Kabupaten Bintan Utara terkait aktivitas tersebut selama bulan Ramadhan.(ck/ri/ds)
















Comment