Helfi menegaskan bahwa keterlibatan Bareskrim tidak sekadar soal proses hukum. Lebih dari itu, asistensi juga menyangkut pengawasan keamanan pangan dari hulu hingga hilir.
“Bagaimana menjaga makanan mulai dari proses penyediaan sampai ke tangan anak-anak akan menjadi perhatian. Nantinya, hasil asistensi ini akan bermuara pada rekomendasi kepada pemerintah dan penyelenggara MBG,” jelasnya.
Korban Terus Bertambah
Data dari Polda Jawa Barat menunjukkan, jumlah korban masih berpotensi bertambah. Dari total 369 korban, 112 orang masih menjalani perawatan medis, sementara 257 orang lainnya dinyatakan membaik.
Rincian korban yang masih dirawat meliputi:
- 2 orang di Poned Puskesmas Cipongkor
- 15 orang di Posko Kecamatan Cipongkor
- 29 orang di RSUD Cililin
- 44 orang di RS Permata
- 22 orang di RSIA Anugrah
Sementara itu, layanan darurat juga disiapkan untuk penanganan cepat. Sebanyak 116 orang ditangani di Puskesmas Cipongkor dan 252 orang di Posko Kecamatan Cipongkor.
Polisi Minta Warga Tetap Tenang
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan sumber makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan massal ini.
“Kami imbau masyarakat tetap tenang. Fokus utama saat ini adalah penanganan medis korban,” ujarnya.
Kasus ini menjadi sorotan nasional, mengingat program MBG digadang-gadang pemerintah sebagai salah satu langkah besar pemenuhan gizi pelajar di seluruh Indonesia. Namun insiden di Bandung Barat ini memberi alarm keras agar aspek distribusi, penyimpanan, dan kualitas makanan mendapat pengawasan jauh lebih ketat.(he)
















Comment