Jakarta – Belum genap setahun menjabat, Presiden RI Prabowo Subianto membuat gebrakan politik besar dengan melakukan reshuffle perdana Kabinet Merah Putih, Senin (8/9/2025).
Dalam keputusan yang diumumkan di Istana Negara, lima kursi kementerian diganti sekaligus, ditambah pembentukan Kementerian Haji dan Umrah yang langsung menyedot perhatian publik.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, langkah ini diambil setelah evaluasi menyeluruh Presiden terhadap kinerja kabinet dalam menghadapi tantangan nasional maupun dinamika global.
“Atas berbagai pertimbangan dan masukan, Presiden memutuskan melakukan perubahan susunan Kabinet Merah Putih,” ujar Prasetyo dalam konferensi pers.
Adapun kementerian yang mengalami pergantian meliputi:
- Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Polkam)
- Kementerian Keuangan
- Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)
- Kementerian Koperasi
- Kementerian Pemuda dan Olahraga
Sementara, Kementerian Haji dan Umrah resmi dibentuk untuk memperkuat tata kelola ibadah haji dan umrah.
Seluruh pejabat baru langsung dilantik oleh Presiden Prabowo di Istana Negara pada hari yang sama.
Langkah reshuffle ini menjadi sorotan lantaran Kabinet Merah Putih baru diperkenalkan pada 20 Oktober 2024, sesaat setelah Prabowo resmi dilantik sebagai Presiden RI periode 2024–2029.
Kala itu, susunan kabinet mengedepankan efektivitas, penggabungan kelembagaan, serta percepatan program strategis. Sejumlah nama besar pun menghiasi kabinet, mulai dari Sri Mulyani, Erick Thohir, Abdul Muhaimin Iskandar, hingga Yusril Ihza Mahendra.
Kini, perubahan besar kembali dilakukan dengan alasan penyesuaian arah pembangunan nasional. Publik menilai, reshuffle perdana ini menjadi sinyal kuat bahwa Prabowo tidak segan mengambil langkah tegas demi mempercepat agenda pemerintahannya.(hp)
















Comment