by

Bupati Rokan Hilir Tegas: Narkoba Musuh Bersama, Panipahan Harus Aman Tanpa Kompromi

-Daerah-11004 Views

Rokan Hilir, Riau.cadas.id — Komitmen keras memerangi narkoba digaungkan langsung oleh Bupati Rokan Hilir, Bistamam, saat turun ke tengah masyarakat Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas.

Dalam pertemuan bersama Wakapolda Riau Hengky Haryadi, jajaran aparat, tokoh masyarakat, hingga warga setempat di Kantor Camat Pasir Limau Kapas, Minggu (12/4/2026), Bupati menegaskan: tidak ada ruang sedikit pun bagi narkoba di wilayahnya.

“Narkoba adalah ancaman serius bagi masa depan generasi muda dan daerah. Kami tidak akan mentolerir dalam bentuk apa pun. Ini musuh bersama yang harus diberantas sampai ke akar-akarnya,” tegasnya lantang.

Bupati juga menyerukan kekuatan kolektif. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat—tokoh adat, pemuda, hingga aparat desa—untuk mempererat sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menurutnya, keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama.

Langkah cepat jajaran Polda Riau yang turun langsung ke lapangan pun mendapat apresiasi. Kehadiran aparat dinilai sebagai bagian penting dari upaya meredam situasi (cooling system) pasca dinamika yang terjadi di Panipahan.

“Sinergi adalah kunci. Jangan mudah terprovokasi isu yang memecah belah. Kita harus tetap kompak menjaga stabilitas daerah,” ujarnya.

Tak hanya itu, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil tindakan di luar hukum. Ia menegaskan bahwa setiap persoalan harus diselesaikan melalui jalur yang sah demi menghindari dampak yang lebih luas.

Sementara itu, Wakapolda Riau Hengky Haryadi menegaskan kehadiran pihaknya merupakan bentuk perhatian langsung dari Kapolda terhadap situasi di Panipahan. Ia memastikan, pemberantasan narkoba akan dilakukan tanpa kompromi.

“Narkoba adalah kejahatan lintas negara. Tidak ada toleransi—siapa pun yang terlibat, termasuk anggota Polri, akan ditindak tegas hingga pemecatan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi main hakim sendiri dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat. Aspirasi, lanjutnya, harus disampaikan secara bijak, tertib, dan sesuai aturan yang berlaku.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bersama antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat: menjaga kondusivitas wilayah, mendukung penegakan hukum, serta menolak segala bentuk provokasi dan konflik sosial.

Momentum ini diharapkan menjadi titik balik bagi Panipahan—menuju wilayah yang lebih aman, harmonis, dan bebas dari ancaman narkoba.(Irvan)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *